- Sistem Informasi dan Komunikasi
Meningkatnya sarana dan prasarana perhubungan membawa dampak positif baik untuk meningkatkan ekonomi nasional maupun untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Berikut tujuan pembangunan informasi dan komunikasi :
- Memperlancar penyebarluasan informasi pembangunan dan hasilnya
- Mempercepat kegiatan siaran
- Memajukan pendidikan dan kebudayaan
- Memperlancar pembukaan daerah baru dan pembukaan daerah-daerah terpencil
- Perkembangan Sistem Informasi dan Komunikasi
Pada masa kekaisaran Roma dan Persia serta komunikasi masyarakat yang lain di Asia mengirim kurir mengikuti rute jalan yang telah direncanakan. Kurir ini ditugasi untuk menyampaikan informasi tentang perdagangan dan militer. Kemudian pengiriman data ini semakin mudah dengan adanya pelayanan pos. Selanjutnya dipermudah lagi dengan penemuan telegraf oleh Samuel Morse pada tahun 1837. Pengembangan teknologi telegraf dan bahasa kode morse dilakukan Samuel Morsebersama Sir William Cook dan Sir Charles Wheatstone. Mereka mengirim data secara elektronik dari satu tempat ke tempat yang lain dengan kabel.
Alexander Graham Bell menemukan telepon. Telegraf dan telepon merupakan system komunikasi jarak jauh dengan mengirim sinyal-sinyal elektrik lewat kabel. Kabel kemudian digantikan dengan gelombang elektromagnetik di udara setelah radio ditemukan. Teknologi radio didasarkan pada penemuan James Clark Maxwell yang mengajukan teori bahwa pentransmisian sinyal-sinyal elektromagnetik tidak membutuhkan kabel tapi dapat menggunakan gelombang elektromagnetik. Gelombang inilah yang diberdayakan dalam system radio. Radio ditemukan pertama kali pada tahun 1895 oleh Guglielmo Marconi.
Penemuan penting lainnya dibidang teknologi informasi dan komunikasi adalah dengan ditemukannya komputer. Komputer telah mengubah aspek kehidupan manusia. Komputer secara luas telah digunakan dalam berbagai bidang untuk mengontrol alat yang paling sederhana seperti telepon hingga ke mesin yang paling rumit seperti pesawat terbang. Kemajuan dan kemampuan teknologi komputer ini terus meningkat setiap hari.
Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi pada abad ke 21 adalah dengan ditemukannya internet. Internet dapat diartikan sebagai suatu jaringan komunikasi antar komputer.
- Sistem Komunikasi Satelit Domestik (SKSD) Palapa
Satelit buatan manusia tersebut dapat dikelompokkan sebagai berikut :
- Satelit Sumber Daya Alam
- Satelit Geodesi
- Satelit Navigasi
- Satelit Meteorologi
- Satelit Militer
- Satelit Komunikasi
Satelit komunikasi dibagi menjadi dua, yaitu satelit pemantau (satelit pasif) yang hanya berfungsi sebagai reflector(pemantau) bagi sinyal-sinyal gelombang mikro yang dipancarkan dari stasiun bumi, dan satelit pengulang (satelit aktif) yaitu satelit yang dapat menerima suatu sinyal dan dapat memperkuat serta memantulkan ulang sinyal tersebut karena memiliki alat pemancar ulang yang disebut transponder.
Satelit-satelit buatan tersebut sangat bermanfaat bagi kehidupan manusai antara lain sebagai berikut :
- Mengembangkan industri antariksa untuk mendesain dan membuat perlengkapan ruang angkasa.
- Mempermudah dalam menerima pesan mengenai citra cuaca, dengan foto-foto yang dibuat oleh satelit cuaca.
- Memancarkan siaran televisi ke seluruh dunia.
SKSD Palapa adalah system satelit komunikasi yang dikendalikan oleh system satelit komunikasi pengendali bumi yang dibuat oleh HAC (Hughes Aircraff Company) perumtel Indonesia. Nama palapa ini diambil dari Sumpah Palapa Gajah Mada yang akan mempersatukan nusantara. SKSD Palapa dibangun pada tahun 1974-1976.
Fungsi dari SKSD Palapa adalah sebagai berikut.
- Hubungan komunikasi antar daerah, antar Negara lebih mudah.
- Mempererat penyebaran informasi melalui televisi, internet, facsimile.
- Mempermudah komunikasi telepon SLI, SLJJ, STO (Sentral Telepon Otomat).
- Sebagai satelit penghubung (repeater).
- Stasiun Bumi Lintas Utama (SLU) di ibukota provinsi
- Stasiun Pengendali Utama (SPU) di Cibinong, Jakarta
- Stasiun bumi lintas tipis dengan TV yang terdapat di daerah terpencil seperti Bengkulu, Biak, dan Pangkal Pinang
- Stasiun bumi lintas tipis dan tanpa TV di daerah lebih terpencil lagi seperti Ternate, Fak Fak, dan Manokwari.
- Teknologi informasi
- Media Cetak
Pada tahun 1855 teknologi percetakan meluncurkan mingguan yang berbahasa Jawa yakni Bromartani di Surabaya yang diedit oleh G.F.Winter, yang memuat berita-berita lokal tentang kelahiran, kematian, perdagangan, pelelangan, deklarasi pemerintah, pertumbuhan pertanian, dan kutipan sastra.
Pada awal abad ke 20, pers sebagai komuditas industri mengalami perkembangan yang cukup baik, terlihat dari fenomena lahirnya berbagai penerbit surat kabar Pewarta Menado dan Sinar Matahari. Di Kalimantan terbit Pewarta Borneo.
Pada zaman Jepang, komunikasi sosial dikendalikan oelh angkatan orang Jepang. Isi surat kabar sesuai dengan kehendak Jepang. Surat kabar yang terbit berada dibawah pengawasan Jawa Shinbunkai yang mengatur isi, bentuk, jumlah, maupun daerah peredarannya.
Pasca kemerdekaan Indonesia pada tahun 1948 tercatat kurang lebih 120 surat kabar berbahasa Indonesia, Cina, Inggris, dan Belanda terbit baik di Jakarta maupun di daerah.
Pada masa demokrasi terpimpin penerbitan surat kabar harus mendapat surat izin terbit dan surat izin cetak.
Pada masa orde baru berfungsi sebagai parlemen yang menyalurkan aspirasi dan opini KAMI/KAPPI kepada masyarakat. Undang-undang No 11 tahun 1966, menyebutkan bahwa pers nasional berfungsi sebagai alat refolusi dan merupakan media masa yang bersifat aktif, dinamis, kreatif, edukatif, informative, dan mempunyai fungsi sebagai pendorong serta pemupuk daya pikiran kritis dan progresif.
- Media Elektronik
- Radio
Pada perang dunia pertama, pengembangan pesawat radio terhambat. Pada tahun 1933 mulai dilakukan lagi usaha penyempurnaan radio siaran oleh Prof.E.H.Amstrong dari Universitas Columbia.
Di Indonesia siaran radio diperkenalkan oleh pemerintah Hindia Belanda tahun 1934. Diluar Jawa, tahun 1938 radio siaran baru muncul. Perkembangan radio di Indonesia mengalami kemunduran pada masa pendudukan Jepang, karena pemerintah Jepang mengatur siaran radio secara ketat. Perkembangan radio pada awal kemerdekaan ditandai dengan belum terorganisasinya radio siaran dengan baik. Oleh karena itu, orang-orang yang berkecimpung dibidang radio menganggap penting untuk membuat organisasi radio siaran.
Pada awal berdirinya, RRI (Radio Republik Indonesia) memiliki 8 stasiun yan gterdapat di delapan kota di Jawa. Selain RRI diselenggarakan pula siaran radio oleh pihak swasta. Dampak siaran radio dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yaitu sebagai media informasi, media hiburan, menyiarkan suatu peristiwa secara langsung dan cepat, alat penyuluhan kepada masyarakat secara langsung, media untuk mempertahankan budaya daerah, dan perubahan sosial.
- Televisi
Setelah diluncurkan SKSD Palapa pada tahun 1976, siaran televisi mulai mengalami perkembangan. Pada saat yang bersamaan pemilik televisi pun ikut mengalami peningkatan. Berdasarkan data pada tahun 1969, diperkirakan terdapat 65.000 unit pesawat televisi dan pada tahun 1984 terus meningkat hingga mencapai angka tujuh juta pemilik televisi. Sebagai media massa, televise memiliki unsur-unsur karakteristik yaitu sebagai berikut.
- Tidak bersifat alamiah, tetapi selalu tersusun, dibentuk, dan direncanakan, bahkan melalui wadah organisasi.
- Kegiatannya terarah dan bertujuan sehingga merupakan hal yang direncanakan, bahkan melalui wadah organisasi.
- Komunikator sering kali tidak hanya satu orang individu saja, melainkan kolektivitas.
- Karena sifatnya yang diorganisasikan, kegiatan televise tidak bersifat personal, tetapi berlangsung dalam jangkauan komunikasi yang luas dan dikerjakan dalam bentuk jamak serta missal.
- Dampak Positif
– Menambah pendidikan dan pengetahuan
– Mengomunikasikan hasil-hasil pembangunan
- Dampak Negatif
– Budaya konsumerisme dan konsumtif
Sumber : Klik disini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar