Walaupun
sains pada dasarnya bertujuan untuk mengumpulkan berbagai pengetahuan
tentang dunia sekitar, pada kenyataannya sains tidak dapat dan tidak
bisa berada dalam lingkup sosial yang kosong. Karenanya sains tidak
dapat dipisahkan dari upaya-upaya umat manusia, sains tidak dapat
dibahas tanpa mengacu baik secara sekilas maupun langsung pada sejumlah
persoalan sosial, politik, agama dan filsafat. Akibatnya, materi pelajaran sains yang diajarkan di sekolah pun haruslah dihubungkan dengan lingkungan sosial dimana sains tersebut berkembang dan digunakan.
Ketika
ilmuwan dikatakan bahwa mereka harus bertanggung jawab terhadap dampak
sains pada masyarakat luas, wajah sains yang berhubungan dan mempunyai
dampak langsung (baik positif maupun negatif) tersebut biasanya adalah
aplikasi dari sains yaitu teknologi. Definisi yang luas tentang
teknologi adalah segala aspek dari aktivitas teknis manusia, tidak hanya
yang menghasilkan produk dari pabrik namun juga akumulasi pengetahuan
teknis dan berbagai teknik spesifik yang digunakan. Terdapat dua syarat
aplikasi sains yang berbentuk teknologi supaya bisa layak, yang pertama
adalah harus rasional (suatu kaidah yang berasal dari sains) dan kedua
adalah harus efisien, yaitu dalam hal penggunaan waktu, tenaga dan biaya.
Pandangan
tentang sains dan hubungan eratnya dengan teknologi, memunculkan
perspektif baru terhadap pendidikan sains di sekolah. Kita tidak hanya
secara cepat dan bisa memiliki produk teknologi bagi kehidupan
sehari-hari, kita juga mempunyai produk teknologi yang makin kompleks
dan makin maju yang merubah kualitas hidup manusia. Bioteknologi
misalnya, pada saat ini mampu memanipulasi proses dan mengubah suatu
proses alami secara dramatis. Kelahiran Dolly yang diumumkan pada tahun
1996, domba hasil cloning mengubah persepsi bahwa sel reproduksi saja
yang bisa menjadi mahluk hidup, sekaligus aplikasi pada pada mahluk
hidup lainnya. Berbagai hal ini merupakan informasi penting bagi siswa
dan akan menjadi bagian penting dari kurikulum sains sekolah. Tetapi
berbagai hal tersebut tidak hanya akan membawa perubahan pada
pengetahuan dan system nilai dari sains dan teknologi saja, namun hal
lainnya juga seperti perspektif sosial yang berhubungan dengan kualitas hidup, factor ekonomi dan pertimbangan etis.
Pengajaran
sains di sekolah yang menyertakan perkembangan sains dan teknologi
diharapkan mendorong siswa untuk menilai berbagai sains dan teknologi
yang ada. Pandangan ini sepertinya akan meniadakan fokus tradisional
dari mata pelajaran sains. Namun, penekanan pada sains dan teknologi ini
akan mengembangkan pemahaman siswa terhadap latar belakang pengetahuan
yang berhubungan dengannya, walaupun dalam beberapa hal melibatkan hal
yang rumit. Pengetahuan tradisional dari mata pelajaran
sains tidak akan pernah hilang, malahan relevansi mata pelajaran
terhadap dunia nyata dan daya tarik buat siswa akan meningkat.
Hal
lain yang menjadi perhatian adalah terdapatnya perbedaan cara pandang
dari cara pandang ilmiah dengan cara pandang yang biasa digunakan
sehari-hari. Pendapat umum yang menyebutkan pada saat kita
tumbuh dewasa dan makin memahami dunia secara lebih baik merupakan
hasil proses belajar yang mirip dengan proses sains, tidaklah sepenuhnya
benar. Terdapat berbagai perbedaan antara kegiatan sains dengan pola
kehidupan sehari-hari (lihat Tabel dibawah). Hal inilah yang membuat
sains begitu sukses berkembang dan mempengaruhi hidup umat manusia
selama ini, dan juga menjadikan sains sebagai mata pelajaran penting
yang harus diajarkan di sekolah.
Perbedaan Sifat Kegiatan Sains dan Kehidupan Sehari-hari
|
Status dari Pengetahuan
|
Pola Kehidupan sehari-hari
|
Pola sains
|
|
Pengetahuan berhubungan terhadap
pelaksanaan kegiatan yang terbukti berhasil dalam suasana yang telah
dikenal sebelumnya serta kebanyakan bukan berasal dari generalisasi
Pengetahuan dilihat sebagai sesuatu yang:
· terbukti dengan sendirinya
· tidak bermasalah
· berbentuk resep/tips
pengetahuan divalidasi dan divalidasi ulang terhadap motif pragmatis (apakah hal itu bekerja) dan dalam interaksi sosial (apakah hal tersebut mudah dikomunikasikan?)
|
Pengetahuan yang diungkapkan dapat digeneralisasi dan bersifat abstrak
Pengetahuan dilihat sebagai sesuatu yang:
· berada dalam suatu kerangka yang terus dikritisi
· mempunyai perhatian terhadap hal yang rumit dan dengan segala penjelasan teoritisnya
· terintegrasi dari pengalaman kongkret dan penjelasan teoritis
pengetahuan divalidasi dengan pengulangan,
kekonsistenan secara internal dan akhirnya oleh komunitas ilmiah. Pada
akhirnya tergantung terhadap penilaian atas bukti-bukti yang kuat
|
|
|
Pengembangan Pengetahuan
|
Kebaruan didapatkan jika hal tersebut
penting untuk perencanaan kegiatan saat ini atau di masa depan.
Pemahamannya diarahkan hanya untuk menghasilkan kegiatan yang berhasil
|
Kebaruan tidak hanya sekedar dipertemukan
namun biasanya merupakan hasil dari memperluas dan menguji klaim
pengetahuan sebelumnya.
Kebaruan bertujuan untuk berusaha memahami suatu hal sedalam yang mungkin bisa dicapai.
|
|
Type
Kognitif
|
Bertujuan memahami secara secukupnya untuk menjadikan suatu kegiatan menjadi berhasil
|
Pemahaman diarahkan untuk memperlengkap pengetahuan yang dapat memberikan penjelasan sekaligus peramalan
|
Sumber: Dawson, C. 1992. The Scientific and the everyday: two different ways of knowing: somne implications for teachers. The Australian Science Teachers Journal. Volume 38, no. 1, hal 19-24.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar